Kamu tau kan Pisang Manggala? Itu tuh, pisang yang banyak bijinya. Biasanya suka dipakai untuk campuran rujak ulek. Makanya pisang manggala biasa diebut juga pisang raja biji.

Konon katanya, mulanya Pisang Manggala ini pisang yang paling disukai oleh para bangsawan karena rasanya yang manis. Selain itu, daunnya yang lebar, mengkilat dan liat tak mudah sobek sangat bagus untuk membungkus makanan khusus para bangsawan. Lalu kenapa sekarang pisang itu jadi banyak berbiji. Begini kisahnya.

Dahulu kala hidup sebatang pohon Pisang Manggala yang tumbuh di sebuah kebun istana. Pohon Pisang Manggala ini berbuah sangat lebat dan ranum. Pisang Raja Manggala ini sangat bangga dengan banyaknya buah yang dihasilkannya. Karena hal tersebut membuat Sang Raja sangat sayang padanya dan selalu membanggakannya kepada setiap tamu istana. Raja sangat menyukai buahnya yang besar, manis dan ranum.

Pujian-pujian Sang Raja yang ditujukan kepadanya membuat Si Pisang Manggala menjadi tinggi hati. Dia selalu membangga-banggakan dirinya kepada pohon-pohon pisang lainnya yang hidup di sekitarnya. Apalagi jika dia sedang melihat Pisang Raja Siam yang berbiji. Pisang Manggala langsung menertawakannya hingga terbahak-bahak sambil berkata kepada pohon pisang lainnya.

“Lihat, teman-teman. Kasihan sekali si raja siam itu. Udah rasanya asam, berbiji pula. Namanya saja yang raja, padahal pantasnya namanya diganti jadi pisang raja batu. Ha…ha…ha… Lihat, dia sampai tidak berani mengangkat mukanya,” katanya terpingkal-pingkal.

Pisang lain yang menyaksikan hal tersebut merasa kasihan dengan pisang raja siam. Mereka ingin sekali memperingatkan Pisang Manggala untuk tidak selalu mengolok-olok pisang raja siam. Tetapi mereka juga takut pada Pisang Manggala yang tidak segan-segan akan mengejek mereka jika mereka melakukannya. Akhirnya mereka hanya diam saja sambil menundukkan muka mereka.

Pisang raja siam merasa sangat terhina dengan ucapan-ucapan Pisang Manggala yang hampir setiap hari didengarnya. Tetapi dia tidak mampu berbuat apa-apa karena kalau dia melawan dia khawatir Pisang Manggala akan mengadu kepada Raja. Dia tahu Pisang Manggala adalah pisang kesayangan raja. Jadi kalau dia menggangu Pisang Manggala, Raja pasti sangat marah kepadanya dan bisa jadi bencana baginya dan keluarganya.

Siang malam pisang raja siam berpikir keras mencari jalan bagaimana caranya agar Pisang Manggala berhenti memperolok dirinya. Cara itu harus segera ditemukan, karena dia mendengar kabar bahwa Raja akan memberikan gelar Raja pada Pisang Manggala, menjadi Pisang Raja Manggala. Jika hal itu terjadi maka semakin beratlah penderitaannya karena Pisang Manggala akan menjadi makin sombong.

Ketika pisang raja siam sedang termenung, tiba-tiba ada sejumput benda putih terbang kehadapannya. Ketika diteliti ternyata itu adalah sejumput kapuk yang terbang terbawa angin. Oh ya, dia teringat kalau didekat situ tumbuh sebatang pohon randu. Kamu tahu kan pohon randu? Pohon yang buahnya berisi kapuk dan berbiji banyak. Pisang raja siam menemukan akal untuk menghentikan olokan pisang Manggala sekaligus membalas sakit hatinya selama ini. Kini yang diperlukannya hanyalah meminta kerja sama pohon kapuk untuk membantunya.

Pada saat yang tepat, pisang raja siam mencoba membujuk pohon randu untuk membantunya. Ternyata pohon randu juga sudah mendengar kesombongan si Pisang Manggala yang tidak mengenal belas kasihan jika sedang menghina pohon lainnya. Sehingga ketika diminta untuk membantu pisang raja siam, dia bersedia.

“Tapi bagaimana caranya kita memberi pelajaran kepada si Pisang Manggala? Terus terang aku agak sedikit takut. Takut kalau gagal maka bisa-bisa kita berbalik kena bencana,” tanya pohon randu sedikit cemas.

“Tenang, Randu. Aku sudah memikirkan suatu cara. Begini rencana kita,” kata raja siam lalu dia membisikan sesuatu ke telinga pohon randu.

Setelah selesai dibisiki, Randu termenung sebentar. Beberapa saat dia tersenyum dan berkata.

“Rencana yang bagus, Raja Siam. Aku yakin, ini pasti berhasil,” katanya dengan optimis.

(….. bersambung ….)